Selamat datang di perkuliahan "Etika Bisnis Islam". Dalam mata kuliah ini, kita akan mendalami prinsip-prinsip etika bisnis yang berlandaskan ajaran Islam.
Pembahasan akan mencakup konsep keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab sosial dalam berbisnis, serta bagaimana nilai-nilai Islam diterapkan dalam praktik bisnis modern. Selain itu, kita akan mengkaji bagaimana etika bisnis Islam membentuk perilaku pelaku usaha dan pengambilan keputusan yang beretika.
Tuesday, 3 September 2024
Materi Perkuliahan Etika Bisnis Islam
Label:
Bisnis,
Etika,
Etika Bisnis Islam,
Hukum Ekonomi Syariah,
Islam,
Materi,
Perkuliahan,
syariah,
UIN
Materi Perkuliahan Hukum Bisnis Pariwisata
Selamat datang di perkuliahan "Hukum Bisnis Pariwisata". Dalam mata kuliah ini, kita akan mengeksplorasi berbagai aspek hukum yang mengatur sektor pariwisata, termasuk peraturan perizinan, hak dan kewajiban pelaku usaha, serta perlindungan konsumen. Perkuliahan ini juga akan membahas isu-isu hukum terkini seperti keberlanjutan lingkungan dalam bisnis pariwisata dan pengaruh globalisasi terhadap regulasi pariwisata di Indonesia.
Label:
Bisnis,
HES,
Hukum,
Hukum Bisnis Syariah,
Materi,
Pariwisata,
Perkuliahan
Materi Perkuliahan Hukum Gadai
Selamat datang di mata kuliah Hukum Gadai, sebuah perjalanan akademis yang akan membekali Anda dengan pemahaman mendalam mengenai aspek hukum dalam praktik gadai sebagai salah satu instrumen pembiayaan yang penting. Dalam 16 pertemuan yang akan kita lalui bersama, kita akan mengeksplorasi berbagai dimensi hukum gadai, mulai dari dasar teori hingga penerapan praktisnya dalam konteks ekonomi modern.
Label:
Gadai,
Hukum,
Hukum Ekonomi Syariah,
Materi,
PDF,
Perkuliahan,
ppt,
UIN
Sunday, 20 September 2020
Perkuliahan Kapita Selekta Ekonomi Syariah - IAIN Purwokerto
Rencana Pembelajaran Semester:
Profil Dosen:
Kontrak Perkuliahan:
Pertemuan 1:
Pertemuan 2:
Pertemuan 3:
Pertemuan 4:
Pertemuan 5:
Pertemuan 6:
Pertemuan 7 Ujian Tengah Semester:
Pertemuan 8:
Pertemuan 9:
Pertemuan 10:
Pertemuan 11:
Pertemuan 12:
Pertemuan 13:
Pertemuan 14 Ujian Akhir Semester:
Perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa - IAIN Purwokerto
Rencana Pembelajaran Semester:
Profil Dosen:
Kontrak Perkuliahan:
Pertemuan 1:
Pertemuan 2:
Pertemuan 3:
Pertemuan 4:
Pertemuan 5:
Pertemuan 6:
Pertemuan 7 Ujian Tengah Semester:
Pertemuan 8:
Pertemuan 9:
Pertemuan 10:
Pertemuan 11:
Pertemuan 12:
Pertemuan 13:
Pertemuan 14 Ujian Akhir Semester:
Perkuliahan Hukum Perbankan dan Lembaga Keuangan Non-Bank - IAIN Purwokerto
Rencana Pembelajaran Semester:
Profil Dosen:
Kontrak Perkuliahan:
Pertemuan 1:
Pertemuan 2:
Pertemuan 3:
Pertemuan 4:
Pertemuan 5:
Pertemuan 6:
Pertemuan 7 Ujian Tengah Semester:
Pertemuan 8:
Pertemuan 9:
Pertemuan 10:
Pertemuan 11:
Pertemuan 12:
Pertemuan 13:
Pertemuan 14 Ujian Akhir Semester:
Monday, 29 June 2020
Perkuliahan Hukum Perikatan Islam - IAIN Purwokerto
Assalamu'alaikum peserta kelas !
Saya Sugeng Riyadi, S.E, M.S.I, pengampu mata kuliah anda pada semester ganjil ini. Dalam situasi di tengah kecambuk pandemi
Rencana Pembelajaran Semester:
Profil Dosen:
Kontrak Perkuliahan:
Pertemuan 1:
Pertemuan 2:
Pertemuan 3:
Pertemuan 4:
Pertemuan 5:
Pertemuan 6:
Pertemuan 7 Ujian Tengah Semester:
Pertemuan 8:
Pertemuan 9:
Pertemuan 10:
Pertemuan 11:
Pertemuan 12:
Pertemuan 13:
Pertemuan 14 Ujian Akhir Semester:
Monday, 16 December 2019
Wednesday, 14 August 2019
Seri Perkuliahan: Kapita Selekta Ekonomi Islam
Pertemuan 1: Orientasi dan Kontrak Perkuliahan
Pertemuan 2: Pengantar Kapita Selekta Ekonomi Islam
Pertemuan 3: Pengantar Bank Syariah
Pertemuan 4: Lembaga Keuangan Mikro Syari’ah
Pedoman Tematik Penugasan Tengah Semester:
Pedoman Penulisan:
- Tulisan akademis bebas plagiasi, jika terdapat kutipan maka sertakan sumber referensinya;
- Dibuat dalam bentuk buku (book fold) dalam ukuran kertas hvs folio;
- Nomor halama di tengah bawah;
- Halaman dosen berupa kertas nila berwarna;
- Jarak baris 1,5 dengan ukuran 12 (badan teks) dan 10 (footnote);
- Jenis huruf New Time Roman;
- Masing-masing kelompok dan dosen pengampu mendapatkan hard file artikel;
Tema dan Kisi-Kisi Pembahasan Per Kelompok:
Kelompok 1:
Bank Syariah
Bank Syariah
- Pengertian (menurut regulasi & pakar)
- Pembagian/Jenis
- Dasar Hukum Operasional
- Aktivitas Operasional (Akad & Produk: Pendanaan-Pembiayaan)
- Manajemen
- Perkembangan Volume Bank Syariah di Indonesia
- Problematika Bank Syariah di Indonesia
Wednesday, 17 July 2019
Mata Kuliah Pengantar Statistik
Apa kabar mahasiswa?
Pada postingan kali ini akan dideskripsikan hal-hal terkait perkuliahan Pengantar Statistik sebagai mata kuliah wajib bagi mahasiswa/i di sejumlah fakultas. Mata kuliah ini sangat penting sebagai pendukung dalam pelaksanaan penelitian sebagai puncak menuju karya ilmiah seorang akademisi.
Berikut sejumlah e-berkas yang bermanfaat guna mendeskripsikan materi perkuliahan Pengantar Statistik. Anda dapat mengunduhnya dan mulai memperkaya diri dengan referensi dan latihan penyelesaian soal.
Rencana Pembelajaran Semester:
Berikut sejumlah e-berkas yang bermanfaat guna mendeskripsikan materi perkuliahan Pengantar Statistik. Anda dapat mengunduhnya dan mulai memperkaya diri dengan referensi dan latihan penyelesaian soal.
Rencana Pembelajaran Semester:
- Pengantar Statistik: Pengertian Statistik Hipotesis Penelitian Macam-macam Statistik Diskriptif & Inferensi Parametrik & Non parametrik Univariat, bivariat, multivariat Langkah-langkah Statistik Populasi dan Sampel Statistik & Parameter Macam-macam populasi Macam-macam sampel. Ujian.
- Data dan Penyajian: Jenis-jenis Data, Kualitatif & kuantitatif, Kategorik & Kontinum, Level of data, Penyajian Data: Tabel, Histogram, Poligon, Kurve. Ukuran kecenderungan sentral dan variabilitasnya: Ukuran Kecenderungan Sentral, Mean/Rata-rata, Median, Modus, Kuartil, Desil, Persentil, Ukuran Variabilitas, Simpangan Baku, Varian. Ujian.
- Kurve Normal: Pengertian Kurve Normal, Daerah Kurve Normal, Z Skor, T Skor, Uji Normalitas. Ujian.
- Uji Korelasi: Pengertian Uji Korelasi, Macam-macam Korelasi, Formula Uji Korelasi.
- Uji Regresi: Pengertian Uji Regresi, Persamaan Garis Regresi, Asumsi dalam Regresi, Analisis Uji Regresi. Ujian.
- Uji Beda dan Anova: Pengertian, Macam-macam, Langkah-langkah perhitungan, Asumsi dalam uji beda. Ujian.
- Ujian Akhir. Ujian.
Ebook Materi Perkuliahan:
- Pengantar Statistika: Unduh
- Buku Ajar: Dasar-Dasar Statistik Penelitian: Unduh.
- Buku Ajar: Pengantar Statistik: Unduh.
- Buku Ajar: Statistik I: Unduh.
- Buku Ajar: Statistik II: Unduh.
- Diktat Statistik: Unduh.
Ketentuan penilaian pada pengerjaan lembar ujian pada masing-masing materi pada Rencana Pembelajaran Semester. Selamat belajar dan menguji diri.
Saturday, 29 June 2019
Materi Aswaja, Ke-NU-an dan Banom
Pada kenyataannya memang masih banyak para instruktur atau sekedar struktural Nahdlatul Ulama atau Badan Otonomnya yang secara mendadak diminta mengisi acara-acara indoor pendalaman ke-NU-an. Terbatasnya waktu untuk mengekstrak luasnya wawasan ke-Nahdlatul Ulama-an membuat pemateri kalang kabut dan frustasi 😹. Di sisi lain pemateri merangkap instruktur tersebut ingin memuaskan dahaga pemahaman para audien. Maka meranalah dia.
Namun, jangan galau apa lagi putus asa. Postingan kali ini Kang Aldie bermaksud membagikan buah ekstraksi berfikir yang semoga saja mampu menjadi alternatif materi ke-NU-an dan Banomnya kepada para instruktur sekalian yang beriman.
Baiklah, silahkan dipilih-pilih sesuai dengan kebutuhan sekalian. Jangan lupa, sebagai bentuk terima kasih dan ijazah, untuk follow blog ini dan komentar dengan bijak di bawah postingan ini.
Materi Aswaja, Ke-NU-an dan Banom:
- Ke-Nahdlatul Ulama-an (level basic): Unduh.
- Ke-Nahdlatul Ulama-an (level intermediate): Unduh.
- Ke-Nahdlatul Ulama-an (level expert): Unduh.
- Ke-Aswaja-an (level basic): Unduh.
- Ke-Aswaja-an (level intermendiate): Unduh.
- Ke-Ansor-an (level basic): Unduh.
- Ke-Ansor-an (level intermediate): Unduh.
- Ke-Banser-an (level basic): Unduh.
- Ke-Banser-an (level intermediate): Unduh.
Tuesday, 25 June 2019
Sejarah Desa Pasir Kulon Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas - Jawa Tengah
Nama “Pasir” sebenarnya bukan berasal dari kata pasir, namun bermula dari kata “Pesisir”. Ini mungkin dikarenakan pergeseran pengucapan lidah orang Jawa dari kata “pesisir” yang lama-lama terucap menjadi kata Pasir. Desa ini disebut “Desa Pesisir” karena memang dahulu wilayah ini adalah batas pantai di wilayah Demak dan lama-kelamaan menjadi daratan kemudian menjadi tempat hunian atau desa.
Desa pasir babadnya
atau sejarahnya bermula dari babad Pasir Luhur dan kerajaan Galuh. Kerajaan Pasir
Luhur/Kadipaten Pasir Luhur dinyatakan sebagai kerajaan Galuh yang merdeka (wilayah perdikan) karena tidak di bawah kekuasaan kerajaan lain baik Sunda (Pajajaran) maupun
Majapahit. Konon Pasir Luhur wilayahnya mulai dari
Gunung Sindoro Sumbing sebagai batas sebelah timur sampai dengan Sungai Citarum
sebagai batas sebelah barat. Dan bukti sejarahnya termuat dalam Versi Tembang
dan Gancaran (prosa-prosa).
- Prabu
Mundingwangi (Ratu Ing Pajajaran)
- Aryo
Bangah (Raja Galuh)
- Prabu
Ciung Wanara (Raja Pajajaran)
- Raden
Djaka Suruh / Prabu Brawidjaja I (Raja Majapahit)
- Adipati
Dewa Agung
- Prabu
Linggowastu
- Prabu
Brawidjaja II
- Adipati
Agung Dewa
- Prabu
Linggo Lijo
- Prabu
Hadiningkung
- Adipati
Tjarang Rangkang
- Prabu
Linggo Larang
- Prabu
Hajam Wuruk
- Adipati
Amidjaja
- Prabu
Linggo Wasi
- Prabu
Lembu Amisani
- Adipati
Kandha Daha
- Prabu
Silih Wangi
- Prabu
Brotandiung
- Dewi
Tjiptarasa (Putri Bungsu)
- Raden
Banyak Tjatra (Raden Kamandaka)
- Raden
Alit / Brawidjaja III
Berikut juga ada sebuah kisah yang populer dari Kerajaan Pasir Luhur, yakni
cerita tentang Raden Banyak Catra. Konon
ceritanya Raden Banyak Catra belum mau menjadi Raja menggantikan Ayahnya bila
belum menemukan Istri untuk dijadikan Permaisuri yang mirip dengan ibunya.
Kemudian dia melakukan perjalanan dengan istilah Ngaman Daka yaitu berjalan
seorang diri dengan tidak menyertakan prajurit dengan menyamar sebagai rakyat
biasa. Sehingga dikenal dengan nama Kamandaka. Sampailah dia di Kadipaten Pasir
Luhur dan singkat cerita bertemu dengan Dewi Ciptarasa Putri Bungsu Adipati
Kandha Daha yang berparas mirip sekali dengan ibu Raden Banyak Catra. Raden
Banyak Catra tertarik mendekati Dwi Cipta Rasa untuk dipinang sebagi istrinya.
Disinilah cerita legenda Lutung Kasarung.
Kemudian
Raden Kamandaka menikah dengan Dewi Cipta Rasa dan dinobatkan sebagai Adipati
Pasir Luhur menggantikan Ayah Mertuanya Adipati Kandha Daha. Beriku silsilah yang didapat dari pernikahan Raden Banyak
Cakra dan Dewi Cipta Rasa sebagai berikut :
- Dewi
Cipta Rasa ( Putri Bungsu)
- Raden
Banyak Catra ( Raden Kamandaka)
- Raden
Banyak Wirata
- Raden
Banyak Roma
- Raden
Banyak Kesumba
- Raden
Banyak Belanak / Patih Purwakencana (Pangeran Senopati Mangkubumi I)
- Raden
Banyak Geleh / Patih Wirakencana (Pangeran Senopati Mangkubumi II)
Dan pada perkemanganya banyak
pergantian kepemimpian dan perkembangan lainya dari Kerajaan Pasir Luhur yang kemudian terpisah rmenjadi 4 yaitu ;
- Pasir
Kulon
- Pasir
Wetan
- Pasir
Kidul
- Pasir Lor
Berikut
adalah tokoh-tokoh dari Desa Pasir :
1.
Nyai Maryam (Demang Wanita)
2.
Nyai Nurhakim (Demang Wanita)
3.
Demang Nurahman I
4.
Demang Nurahman II
5.
Demang Nurahman III
6.
Demang Muljadimedja ( Demang Nurahman IV)
7.
Demang Nurahman V
8.
H. Wangidin
9.
H. Soetarman HS
10. H. Sukamto
11. Chadjirin
12. Hj. Endriyani
Sebenarnya sejarah Desa Pasir Kulon sendiri tidak
terlalu banyak, sebab Desa Pasir Kulon merupakan jabaran dari kerajaan pasir
luhur, sehingga cerita rakyatnya lebih kepada babat Kerajaan Pasir Luhur.
Kontributor: Deby
Yuliana
Seri Perkuliahan: Studi Kelayakan Bisnis
Bagi para penempuh mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis, berikut beberapa elemen pokok materi perkuliahan dan asupan referensi yang dapat diunduh:
Label:
aspek,
instrumen,
laporan,
skb,
studi kelayakan bisnis
Friday, 21 June 2019
Pengantar Bank Syariah Bagi Pemula
Untuk lebih lengkapnya langsung simak video berikut ini:
Sejarah Desa Bobosan Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas Jawa Tengah
![]() |
| Gunung Slamet dari salah satu sudut Desa Bobosan |
Desa Bobosan terletak di Kecamatan Purwokerto Utara, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Bobosan berasal dari kata trobosan atau jalan pintas. Desa bobosan di bagi menjadi dua yaitu bobosan barat dan bobosan timur dengan satu kepala desa.
Kesejarahan desa ini dimulai dari kemunculan
seorang tokoh yang terkenal dengan nama Kamandaka yang mempunyai nama asli Banyak
Catra, Kamandaka adalah anak dari Prabu Siliwangi. Ketika Prabu Siliwangi ingin
memberikan tahtanya kepada anak pertamanya yaitu Banyak Catra, tetapi Banyak
Catra belum mempunyai pendamping hidup. Hingga pada suatu ketika Prabu
Siliwangi memerintahkan anaknya Banyak Catra untuk segera berumah tangga dengan
memilih sejumlah puteri bangsawan untuk di peristri, namun Banyak Catra menolak
karena Banyak Catra ingin mempunyai istri yang mirip seperti almarhumah ibu
tirinya. Karena hal inilah Banyak Catra memohon izin berkelana untuk berkelana guna mencari pasangan hidupnya.
Disini penulis lebih setuju dengan pendapat
pertama yaitu dengan adanya intrik kekusaan tahta kerajaan Pajajaran sebagai penyebab
Banyak Catra mengembara untuk mencari istri yang mirip dengan ibunya. Setelah Banyak
Catra pergi dari rumah ia menyamar menjadi warga kerajaan biasa dan mengganti namanya menjadi Kamandaka.
Lalu ia mengembara ke arah barat, tepatnya di kawasan Pasir
Luhur sebuah kadipaten yang dipimpin oleh Adipati Kandhadhaha. Kadipaten ini
sendiri berada di bawah imperium Pajajaran. Di kadipaten ini Kamandaka
disebutkan bertemu dengan seorang perempuan yang mirip dengan ibu tirinya,
perempuan itu bernama Dewi Cipta Rasa yang merupakan anak dari Adipati
Kandhandhaha.
Di daerah pasir luhur Kamandaka diangkat mejadi
seorang anak oleh patih yang bernama Reksanata, dikarenakan patih tersebut
tidak mempunyai anak. Dan patih tersebut senang melihat seorang anak muda yang
tampan, kuat dan mempunyai sopan santun yang bagus hal inilah yang membuat Patih
Reksanata mengangkat Kamandaka menjadi anaknya.
Awal mula pertemuan Kamandaka dengan Dewi
Cipta Rasa yaitu ketika Adipati Kandhadhaha mengadakan sebuah hiburan yaitu penangkapan
ikan di sungai secara beramai-ramai. Pertemuan Kamandaka dengan Dewi Cipta Rasa
berlanjut dengan dengan tumbuhnya
jalinan cinta.
Suatu ketika Kamandaka menemui Dewi Cipta
Rasa di Kadipaten Pasir Luhur, namun pertemuan ini kemudian dipergoki oleh
kakak dari Dewi Cipta Rasa, bagi Adipati Kandhadhaha perilaku itu sangat
mencoreng muka Kamandaka sebagai rakyat jelata yang bercengkrama degan seorang
putri Dewi Cipta Rasa.
Hal itupun lantas membuat Adipati Kandhahaha murka.
Adipati Kadhadhaha lantas memerintahkan Patih Reksanata untuk membunuh Kamandaka
atau anak angkatnya yang
sangat ia sayangi. Patih Reksanata pun masygul, lalu ia memerintahkan Kamandaka untuk
melarikan diri.
Babak selanjutnya dari kemarahan Adipati
Kandhahaha menjadikan Kamandaka terus dikejar-kejar oleh prajurit kadipaten dan
para telik sandinya. Hingga pada suatu
epik perburuan sampai-sampai membuat Kamandaka
terjun ke sungai dan bersembunyi
ke dalam liang gua yang terdapat di sungai itu. Dan para prajurit melempari
batu pada tempat Kamandaka menceburkan diri. Lalu di saat bersamaan ada seorang warga di sekitar sungai yang kebetulan
sendang mencuci
ayam, sementara bagian
dari usus ayam tersebut
hanyut ke sungai. Para prajurit mengira bahwa usu tersebut adalah usus Kamandaka,
para prajurit beranggapan bahwa Kamandaka sudah mati. Sungai itu hari ini dikenal
sebagai Sungai Logawa.
Dalam pelariannya, Kamandaka kemudian
diketahui menumpang di sebuah rumah seorang janda tua yaitu Nyi Kartisara yang bekerja
sebagai penjual daun pisang. Di sini Kamandaka
memelihara ayam yang selalu menang jika diadu, ayam tersebut dinamai Mercu. Di tempat ini
juga Kamandaka mendapatkan kawan yang bernama Ki Reksajaya yang berasal dari Losari,
orang yang cacat jasmaninya.
Sementara di belahan dunia lain, Prabu Siliwangi merasakan gelisah yang sangat akibat anak
pertamanya yaitu Banyak Catra tidak kunjung
pulang. Lalu Prabu Siliwangi memerintahkan adiknya yaitu Banyak Ngampar untuk
mencari kakaknya yaitu Banyak Catra atau Kamandaka. Maka mengembaralah Banyak
Ngampar hingga sampai ke Kadipaten Pasir Luhur dengan menyamar menjadi rakyat biasa yang bernama Silihwarni.
Suatu ketika kabar Kamandaka masih hidup di
suatu desa dengan profesi sebagai penyabung ayam terdengar oleh adipati Kandhdhaha.
Adipati Kandhdhaha pun kembali murka.
Lantas ia
membuat sebuah sayembara
untuk membunuh Kamandaka dan Silihwarni pun mengikuti dan menyanggupi sayembara
tersebut.
Silihwarni sama sekali tidak tahu bahwa Kamandaka
adalah kakak kandungnya sendiri. Demi sayembara itu, ia
pun berangkat ke
desa tempat penyabung ayam yang terkenal luas itu dengan membawa jago yang
dikakinya sudah di pasang patrem (keris kecil) pada taji jagonya. Pada
saat berhadapan dengan Kamandaka,
Silihwarni langsug melempar jagonya. Lambung kiri Kamandaka pun terkena patrem
yang dipasang di kaki
jago Silihwarni. Pertarungan antar dua
pemuda gagah itupun pun terjadi dengan sengitnya, dan Silihwarni terkena
tusukan keris di kanan lambungya.
Setelah itu Kamandaka kembali dikerjar-kejar
oleh prajurit Kadipaten Pasir Luhur yang mendampingi Silihwarni. Pengejaran
terus berlanjut hingga dibantu oleh prajurit menantu Adipati Mersi.
Kamandaka melajutkan perjalanan ke utara dan
beristirahat di suatu
tempat. Yang sekarang dinamakan desa Kober. Kemudian Kamandaka melajutkan
perjalanan menembus hutan belukar sehingga sulit ditebus oleh para prajurit Pasir
Luhur. Kemudian desa ini dinamakan desa “Bobosan” yang mempunyai arti trobosan. Hingga
saat ini jalan Desa Bobosan yang berbatasan dengan Desa Kober tepatnya berada
di sebelah makam selalu terbuka walaupun sudah coba jalan tersebut ditutup
dikarenkan jalan tersebut merupakan jalan trobosan. Karena hutan belukar di
daerah Bobosan mempunyai pohon dan rumput yang tinggi jadi para prajurit susah
utuk mengejar serta melihat Kamandaka dari kejauhan. Mensiasati ini, para
prajurit melepaskan anjing untuk menangkap atau menghabisi Kamandaka sehingga
prajurit hanya menunggu anjing tersebut menggongong tetapi anjing tersebut
malah justru tertagkap dan dikurung oleh Kamandaka di suatu kawasan yang kini
menjadi Desa “Kurung Anjing”. Jadi batas Desa Bobosan dimulai dari setelah Desa Kober hingga Desa Karang Anjing.
Hingga pada suatu kejadian klimaks ketika
akhirnya Silihwarni berhasil menemui Kamandaka di sebuah tempat yang bernama Batu
Sinom lalu Kamandaka pun naik ke atas batu sembari menantang Silihwari yang
sebenarnya adalah adiknya sendiri. Ini baru ia sadari ketika Silihwarni mengeluarkan
Keris Kyai Mojang Pamungkas yang merupakan pusaka Kerajaan Pajajaran. Dari
situlah baru mereka
saling mengetahui bahwa mereka
adalah saudara. Lalu Silihwarni pun menjelaskan maksud tujuan misinya yaitu mencari
kakak kandungnya yaitu Kamandaka atau Banyak Catra. Mereka berdua pun pulang ke
Kerajaan Pajajaran. Dan dikarenakan Kamandaka atau Banyak Catra merupakan anak
dari Prabu Siliwangi Adipati Kandhadhaha pun merestui hubungan cinta Dewi Cipta
Rasa dengan pangeran Banyak Catra. Banyak
masyarakat hingga hari ini yang beranggapan bahwa Kamandaka murca atau
hilang tanpa jejak, sehingga tidak ditemukan makam Kamandaka.
Kontributor: Reza
Amalia Asti
Thursday, 20 June 2019
Sejarah Desa Rawalo Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas Jawa Tengah
![]() |
| Lokasi petilasan rawa dan pohon Lo yang kini menjadi lahan pertanian. |
Kecamatan
Rawalo terletak di Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Kecamatan Rawalo berjarak
sekitar 20 km arah selatan dari pusat Kabupaten Banyumas. Kecamatan Rawalo secara
geografis merupakan pertemuan jalan raya nasional jalur selatan Jawa dengan
jalan raya nasional lintas tengah. Luas wilayah Kecamatan Rawalo 4.964 Hektar.
Pada tahun 2015 Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Banyumas
mencatat jumlah penduduk Keacamatan Rawalo mencapai 63.273 jiwa. Kecamatan
Rawalo sendiri mempunyai sembilan
kelurahan yaitu Banjarparakan, Losari, Menganti, Pesawahan, Rawalo, Sanggreman,
Sidamulih Tambaknegara, dan Tipar. Ibu kota Kecamatan Rawalo adalah Desa
Rawalo. Desa Rawalo terletak dibagian selatan Kabupaten Banyumas. Wilayahnya
sebagian besar merupakan dataran rendah terutama dibagian tengah. Wilayah
selatan berupa lereng perbuktian landai yang dilintasi oleh Sungai Serayu dari
bagian timur. Bagian utara merupakan daerah perbuktian berketinggian lebih dari
300 meter diatas permukaan laut dengan sejumlah puncaknya seperti Bukit Payung
(312 m), Bukit Watujambangan (237 m) dan Bukit Kubang (185 m). selain Sungai
Serayu, Desa Raalo juga dilewati sejumlah sungai seperti Sungai Tajum, Sungai
Kalibalung, Sungai Kalidare, dan Sungai Sungkalan.
Sebelum masa kolonial, perkembangan
suatu daerah sangat dipengaruhi oleh keadaan alam atau faktor greografis.
Gunung-gunung dan radatan tinggi mendukung wilayah pedalaman menjadi kawasan
yang sangat cocok bagi pengelolaan pertanian. Sehingga, lembah sungai menjadi
pusat kegiatan-kegiatan manusia. Sama halnya dengan Lembah Sungai Serayu yang
menjadi pusat kegiatan manusia sejak masa pra kolonial. Lembah Sungai Serayu merupakan
suatu daratan luas yang terletak diantara kawasan Gunung Sumbing dengan puncak
Gunung Slamet 3.428 diatas permukaan laut. Desa Rawalo pun dilewati oleh Sungai
Serayu. Rawalo berasal dari dua kata Rawa dan Lo. Lo sendiri adalah sebuah nama
pohon. Pohon Lo juga disebutkan dalam kitab suci. Dalam kisah Buddha Gauthama,
Pohon Lo disebut Bodhi. Pangeran Sidratha Gauthama bersemedi dibawah Pohon Lo
sampai mendapat pencerahan spiritual hingga disebut Buddha. Karena besar dan
diameternya bisa lebih dari 50 cm dan tingginya bisa mnecapai 17 meter, Pohon
Lo sering dianggap angker dan ada makhluk penunggunya.
Konon, penamaan Desa Rawalo tersebut
karena ketika ada peristiwa “Blabur
Banyumas” hanya daerah yang terdapat Pohon Lo saja yang tidak terendam oleh
genangan banjir tersebut. Blabur Banyumas sendiri terjadi pada hari Kamis Wage,
Jum’at Kliwon sampai Sabtu Manis tanggal 21-23 Februari 1861. Prasasti yang
ditempelkan di klompek Pondok Pesantren GUPPI Banyumas pada tembok bagian
selatan gedung yang persis dipintu masuk kompleks menggunakan bahasa Belanda.
Letaknya persis menggambarkan ketinggian air bah yang sampai kelangi-langit
gedung tingginya sekitar 3,5 meter. Para sesepuh kala itu sudah mendapat
firasat yang digambarkan dengan sasmitha, terkenal dengan sasmita “Bethik
mangan manggar”. Semula semua orang tidak dapat menafsirkan apa makna dibalik
kata-kata itu. Setelah banjir terjadi barulah orang mengetahui makna yang
tersirat dalam ucapan simbolik tersebut. Bethik adalah nama ikan air tawar yang
banyak hidup di Serayu, sedangkkan Manggar adalah bunga pohon kelapa. Pohon
Kelapa yang sudah berumur kurang lebih 7 tahun kira-kira tingginya sudah 3-4
meter. Jadi “Bethik mangan Manggar” adalah bahwa ikan yang hidup di air sungai
dapat mencapai manggar yang ada dipohon kelapa. Berarti dapat disimpulkan bahwa
munculnya penamaan Rawalo muncul sekitar tahun 1860an
Kabupaten Banyumas pada masa
penjajahan Inggris (1811-1816) di bawah penguasaan Kerajaan Surakarta, yang
artinya adalah bahwa Desa Rawalo juga berada dibawah Kerajaan Surakarta. Akan
tetapi pada masa penjajahan Inggris penguasaan Kerajaan Surakarta tersebut hanya
sebagai adipati atau bupati banyumas saja.
Pada Desa Rawalo terdapat Cungkub
yang dijaga di Kuburan Desa Rawalo. Cungkub tersebut merupakan cungkub
bangsawan-bangsawan dari Keraton Jogja yang “ngili”. Bangsawan-bangsawan
tersebut berasal dari daerah yang bernama Drewak. Mereka mengungsi akibat intimidasi dari penjajah Belanda. Tokoh yang paling masyhur di Desa
Rawalo adalah Tuan Guru Carik Kabar. Beliau merupakan pejuang kemerdekaan yang
paling dicari Belanda. Tuan Guru Carik Kabar pada saat masa penjajahan
mempunyai tugas yaitu mendistribusikan makanan kepada para pejuang yang
bersembunyi di pedalaman perbukitan. Di akhir hidupnya, beliau dikepung oleh
tentara Belanda di rumahnya, dan pada saat itu seluruh warga Desa Rawalo
diungsikan ke desa tetangga yaitu Desa Pesawahan. Ada juga pemuka atau tokoh
agama yang terkenal di Desa Rawalo yaitu Kiai Zuhdi, akan tetapi tidak ada
makam dari Kiai Zuhdi karena pada saat itu beliau menyingkir guna menghindari perburuan antek-antek kolonial Belanda dan sampai sekarang tidak diketahui keberadaanya.
Adapun kepala desa yang menjabat di
Desa Rawalo yang tercatat di kelurahan antara tahun sebelum 1940-2019 yaitu :
- H. Masduki periode tahun menjabat tidak diketahui, jabatan masih diberi nama lurah.
- Hadiwiyata periode tahun menjabat tidak diketahui danjabatan masih diberi nama lurah.
- Redjakriya periode tahun menjabat tidak diketahui danjabatan masih diberi nama lurah.
- Darmowiyoto periode tahun menjabat tidak diketahui danjabatan masih diberi nama lurah.
- Ismail periode tahun menjabat tidak diketahui dan jabatan masih diberi nama lurah.
- H. SI Sumarno menjabat pada periode 1952-1986 pada masa ini jabatan sudah diberi nama kepala desa.
- HSN Patriyah menjabat pada periode 1986-1999 pada masa ini jabatan sudah diberi nama kepala desa.
- Sungabas menajabat pada periode 1999-2007 pada masa ini jabatan sudah diberi nama kepala desa.
- Zahrur Romadhon menjabat pada periode 2007-2013 pada masa ini jabatan sudah diberi nama kepala desa.
- Mochamad Ridwan menjabat pada periode 203-2019 pada masa ini jabatan sudah diberi nama kepala desa.
Subscribe to:
Comments (Atom)













