Thursday, 20 June 2019

Sejarah Desa Cipari Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap Jawa Tengah


Cipari adalah nama sebuah wilayah yang masih berupa pedesaan yang terletak di lembah bukit, perbukitan yang tidak terlalu tinggi dan luas namun cukup panjang. Dimana bukit itu biasa disebut oleh warga sekitar dengan sebutan “Gunung Grantang”. Desa Cipari ini terletak di kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah, dekat dengan perbatasan Jawa Barat. Awalnya Desa Cipari merupakan bagian dari Desa Segaralangu yang kemudian mengalami pemekaran pada tahun 1992. Cipari sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Wanareja, sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Sidareja, sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Majenang dan sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Kedungreja.Kata Cipari berasal dari Bahasa Sunda “ci” yang artinya air dan “pari” dari Bahasa Jawa yang artinya padi. Jadi Cipari diartikan sebagai air padi sebab di daerah ini terdapat banyak menghasilkan padi dari bentangan sawah yang luas di Cipari ini sendiri serta banyak sungai yang dapat mengairi sawah tersebut.
Di seluruh Indonesia pernah dijajah oleh Negara Belanda tak terkecuali dengan Cipari. Belanda berusaha mengeksploitasi seluruh kekayaan yang ada di Indonesia untuk kepentingan Belanda sendiri tentunya tanpa memikirkan nasib penduduk Indonesia. Berdasarkan cerita dari nenek saya dulu orang-orang Belanda sering mendatangi rumah-rumah penduduk, membuka pintu rumah dengan kasar dan kemudian menangkap orang-orang yang membantah dan tidak patuh pada Belanda. Sedangkan penduduk desa sendiri mereka menghindari orang-orang Belanda dengan bersembunyi di tempat tersembunyi di dalam rumah ataupun melarikan diri bersembunyi di gunung grantang agar mereka selamat. Jika dirasa mereka sudah aman kemudian mereka kembali lagi ke rumah. Mereka hidup dengan penuh ketakutan dan kegelisahan akibat perbuatan Belanda yang tidak berperikemanusiaan.
Dengan teknologi yang dimiliki Belanda, mereka berhasil melacak dan mengetahui sumber-sumber minyak bumi, salah satunya di Cipari ini diperkirakan menjadi titik dimana terdapat minyak bumi di dalamnya. Yang saya ketahui dari warga desa sekitar dan sumber di internet di grumbul yang sekarang dinamakan dengan Banyupanas di Desa Cipari ini kemudian dilakukan sebuah pengeboran untuk mengambil minyak bumi. Setelah pengeboraan dilakukan berdasarkan perkiraan seharusnya minyak bumi sudah keluar namun belum juga muncul. Para ahli kemudian melakukan riset kembali untuk selanjutnya melakukan pengeboran dengan lebih dalam. Setelah melakukan pengeboran lebih dalam lagi pihak  Belanda kecewa karena yang dikeluarkan ternyata bukan minyak bumi seperti yang diharapkan namun air panas yang bersuhu hampir mencapai 100 derjat celcius. Air tersebut terus keluar dari lubang pengeboran dengan tekanan tinggi. Para ahli pihak Belanda melakukan penelitian memastikan apakah air yang keluar ini mengandung minyak bumi atau tidak. Sementara menunggu hasil dari penelitian air ini dialirkan terlebih dahulu ke sungai kecil disebelah barat lokasi pengeboran yang sekarang disebut dengan kali ciwera. Namun setelah diteliti memang tidak mengandung minyak bumi tetapi mengandung belerang dengan kadar yang cukup tinggi . belanda kemudian memutuskan untuk menghentikan pengeboran tersebut dan meninggalkan sumur bekas pengeboran itu. Foto di bawah ini merupakan gambar sumur bekas pengeboran Belanda.
Kemudian pada tahun 1942 setelah Indonesia  merdeka, sumur tersebut dikelola dan dibangun oleh pemerintah menjadi sebuah pemandian umum air panas. Sampai saat ini pun pemandian itu masih ada namun kini sudah lebih dikelola dengan ditambah terdapat kolam renang air panas untuk berenang. Air panas yang mengandung belerang ini diyakini oleh masyarakat mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit. Banyak orang dari berbagai daerah mengunjungi pemandian ini untuk terapi menghilangkan penyakit maupun hanya untuk berrefreshing saja.

Gambar di atas merupakan kolam renang yang ada di sebelah pemandian air panas Cipari. Di sebelah kolam ini terdapat taman yang cukup bagus. Dan di halaman pemandian terdapat beberapa ekor monyet yag disediakan untuk daya tarik wisatawan. Di dekat lokasi pemandian ini kira-kira berjarak 200 meter juga terdapat sebuah air terjun. 

Kontributor: Nikmatul Khoiriyah
Sejarah di Desa Cipari
Nikmatul Khoiriyah
1717201034
Cipari adalah nama sebuah wilayah yang masih berupa pedesaan yang terletak di lembah bukit, perbukitan yang tidak terlalu tinggi dan luas namun cukup panjang. Dimana bukit itu biasa disebut oleh warga sekitar dengan sebutan “gunung grantang”. Desa Cipari ini terletak di sebuah kecamatan yaitu kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah dekat dengan perbatasan Jawa Barat. Awalnya Desa Cipari merupakan bagian dari Desa Segaralangu yang kemudian mengalami pemekaran pada tahun 1992. Cipari sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Wanareja, sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Sidareja, sebelah utara berbatasa dengan Kecamatan Majenang dan sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Kedungreja.Kata Cipari berasal dari Bahasa Sunda “ci” yang artinya air dan “pari” dari Bahasa Jawa yang artinya padi. Jadi Cipari diartikan sebagai air padi sebab di daerah ini terdapat banyak menghasilkan padi dari bentangan sawah yang luas di Cipari ini sendiri serta banyak sungai yang dapat mengairi sawah tersebut.
Diseluruh Indonesia pernah dijajah oleh Negara Belanda tak terkecuali dengan Cipari. Belanda berusaha mengeksploitasi seluruh kekayaan yang ada di Indonesia untuk kepentingan Belanda sendiri tentunya tanpa memikirkan nasib penduduk Indonesia. Berdasarkan cerita dari nenek saya dulu orang-orang Belanda sering mendatangi rumah-rumah penduduk, membuka pintu rumah dengan kasar dan kemudian menangkap orang-orang yang membantah dan tidak patuh pada Belanda. Sedangkan penduduk desa sendiri mereka menghindari orang-orang Belanda dengan bersembunyi di tempat tersembunyi di dalam rumah ataupun melarikan diri bersembunyi di gunung grantang agar mereka selamat. Jika dirasa mereka sudah aman kemudian mereka kembali lagi ke rumah. Mereka hidup dengan penuh ketakutan dan kegelisahan akibat perbuatan Belanda yang tidak berperikemanusiaan.
Dengan teknologi yang dimiliki Belanda, mereka berhasil melacak dan mengetahui sumber-sumber minyak bumi, salah satunya di Cipari ini diperkirakan menjadi titik dimana terdapat minyak bumi di dalamnya. Yang saya ketahui dari warga desa sekitar dan sumber di internet di grumbul yang sekarang dinamakan dengan Banyupanas di Desa Cipari ini kemudian dilakukan sebuah pengeboran untuk mengambil minyak bumi. Setelah pengeboraan dilakukan berdasarkan perkiraan seharusnya minyak bumi sudah keluar namun belum juga muncul. Para ahli kemudian melakukan riset kembali untuk selanjutnya melakukan pengeboran dengan lebih dalam. Setelah melakukan pengeboran lebih dalam lagi pihak  Belanda kecewa karena yang dikeluarkan ternyata bukan minyak bumi seperti yang diharapkan namun air panas yang bersuhu hampir mencapai 100 derjat celcius. Air tersebut terus keluar dari lubang pengeboran dengan tekanan tinggi. Para ahli pihak Belanda melakukan penelitian memastikan apakah air yang keluar ini mengandung minyak bumi atau tidak. Sementara menunggu hasil dari penelitian air ini dialirkan terlebih dahulu ke sungai kecil disebelah barat lokasi pengeboran yang sekarang disebut dengan kali ciwera. Namun setelah diteliti memang tidak mengandung minyak bumi tetapi mengandung belerang dengan kadar yang cukup tinggi . belanda kemudian memutuskan untuk menghentikan pengeboran tersebut dan meninggalkan sumur bekas pengeboran itu. Foto di bawah ini merupakan gambar sumur bekas pengeboran Belanda.
<![if !vml]>Hasil gambar untuk banyupanas cipari<![endif]>
Kemudian pada tahun 1942 setelah Indonesia  merdeka, sumur tersebut dikelola dan dibangun oleh pemerintah menjadi sebuah pemandian umum air panas. Sampai saat ini pun pemandian itu masih ada namun kini sudah lebih dikelola dengan ditambah terdapat kolam renang air panas untuk berenang. Air panas yang mengandung belerang ini diyakini oleh masyarakat mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit. Banyak orang dari berbagai daerah mengunjungi pemandian ini untuk terapi menghilangkan penyakit maupun hanya untuk berrefreshing saja.
<![if !vml]>Gambar terkait<![endif]>
Gambar di atas merupakan kolam renang yang ada di sebelah pemandian air panas Cipari. Di sebelah kolam ini terdapat taman yang cukup bagus. Dan di halaman pemandian terdapat beberapa ekor monyet yag disediakan untuk daya tarik wisatawan. Di dekat lokasi pemandian ini kira-kira berjarak 200 meter juga terdapat sebuah air terjun.

No comments:

Post a Comment

Silahkan Berkomentar Secara Bijak dan Bertanggungjawab: