Cipari adalah nama sebuah wilayah yang
masih berupa pedesaan yang terletak di lembah bukit, perbukitan yang tidak
terlalu tinggi dan luas namun cukup panjang. Dimana bukit itu biasa disebut
oleh warga sekitar dengan sebutan “Gunung Grantang”. Desa Cipari ini terletak di kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah, dekat dengan perbatasan Jawa
Barat. Awalnya Desa Cipari merupakan bagian dari Desa Segaralangu yang kemudian
mengalami pemekaran pada tahun 1992. Cipari sebelah barat berbatasan dengan
Kecamatan Wanareja, sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Sidareja, sebelah
utara berbatasan dengan Kecamatan Majenang dan sebelah selatan berbatasan dengan
Kecamatan Kedungreja.Kata Cipari berasal dari Bahasa Sunda “ci” yang artinya
air dan “pari” dari Bahasa Jawa yang artinya padi. Jadi Cipari diartikan
sebagai air padi sebab di daerah ini terdapat banyak menghasilkan padi dari
bentangan sawah yang luas di Cipari ini sendiri serta banyak sungai yang dapat
mengairi sawah tersebut.
Di seluruh Indonesia pernah dijajah oleh
Negara Belanda tak terkecuali dengan Cipari. Belanda berusaha mengeksploitasi
seluruh kekayaan yang ada di Indonesia untuk kepentingan Belanda sendiri tentunya
tanpa memikirkan nasib penduduk Indonesia. Berdasarkan cerita dari nenek saya
dulu orang-orang Belanda sering mendatangi rumah-rumah penduduk, membuka pintu
rumah dengan kasar dan kemudian menangkap orang-orang yang membantah dan tidak
patuh pada Belanda. Sedangkan penduduk desa sendiri mereka menghindari
orang-orang Belanda dengan bersembunyi di tempat tersembunyi di dalam rumah
ataupun melarikan diri bersembunyi di gunung grantang agar mereka selamat. Jika
dirasa mereka sudah aman kemudian mereka kembali lagi ke rumah. Mereka hidup
dengan penuh ketakutan dan kegelisahan akibat perbuatan Belanda yang tidak
berperikemanusiaan.
Dengan teknologi yang dimiliki Belanda,
mereka berhasil melacak dan mengetahui sumber-sumber minyak bumi, salah satunya
di Cipari ini diperkirakan menjadi titik dimana terdapat minyak bumi di
dalamnya. Yang saya ketahui dari warga desa sekitar dan sumber di internet di
grumbul yang sekarang dinamakan dengan Banyupanas di Desa Cipari ini kemudian
dilakukan sebuah pengeboran untuk mengambil minyak bumi. Setelah pengeboraan
dilakukan berdasarkan perkiraan seharusnya minyak bumi sudah keluar namun belum
juga muncul. Para ahli kemudian melakukan riset kembali untuk selanjutnya
melakukan pengeboran dengan lebih dalam. Setelah melakukan pengeboran lebih
dalam lagi pihak Belanda kecewa karena
yang dikeluarkan ternyata bukan minyak bumi seperti yang diharapkan namun air
panas yang bersuhu hampir mencapai 100 derjat celcius. Air tersebut terus
keluar dari lubang pengeboran dengan tekanan tinggi. Para ahli pihak Belanda
melakukan penelitian memastikan apakah air yang keluar ini mengandung minyak
bumi atau tidak. Sementara menunggu hasil dari penelitian air ini dialirkan
terlebih dahulu ke sungai kecil disebelah barat lokasi pengeboran yang sekarang
disebut dengan kali ciwera. Namun setelah diteliti memang tidak mengandung
minyak bumi tetapi mengandung belerang dengan kadar yang cukup tinggi . belanda
kemudian memutuskan untuk menghentikan pengeboran tersebut dan meninggalkan
sumur bekas pengeboran itu. Foto di bawah ini merupakan gambar sumur bekas
pengeboran Belanda.
Kemudian pada tahun 1942 setelah Indonesia merdeka, sumur tersebut dikelola dan dibangun oleh pemerintah menjadi sebuah pemandian umum air panas. Sampai saat ini pun pemandian itu masih ada namun kini sudah lebih dikelola dengan ditambah terdapat kolam renang air panas untuk berenang. Air panas yang mengandung belerang ini diyakini oleh masyarakat mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit. Banyak orang dari berbagai daerah mengunjungi pemandian ini untuk terapi menghilangkan penyakit maupun hanya untuk berrefreshing saja.
Kemudian pada tahun 1942 setelah Indonesia merdeka, sumur tersebut dikelola dan dibangun oleh pemerintah menjadi sebuah pemandian umum air panas. Sampai saat ini pun pemandian itu masih ada namun kini sudah lebih dikelola dengan ditambah terdapat kolam renang air panas untuk berenang. Air panas yang mengandung belerang ini diyakini oleh masyarakat mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit. Banyak orang dari berbagai daerah mengunjungi pemandian ini untuk terapi menghilangkan penyakit maupun hanya untuk berrefreshing saja.
Gambar di atas merupakan kolam renang
yang ada di sebelah pemandian air panas Cipari. Di sebelah kolam ini terdapat
taman yang cukup bagus. Dan di halaman pemandian terdapat beberapa ekor monyet
yag disediakan untuk daya tarik wisatawan. Di dekat lokasi pemandian ini
kira-kira berjarak 200 meter juga terdapat sebuah air terjun.
Kontributor: Nikmatul Khoiriyah
Sejarah di Desa Cipari
Nikmatul
Khoiriyah
1717201034
Cipari
adalah nama sebuah wilayah yang masih berupa pedesaan yang terletak di lembah
bukit, perbukitan yang tidak terlalu tinggi dan luas namun cukup panjang. Dimana
bukit itu biasa disebut oleh warga sekitar dengan sebutan “gunung grantang”. Desa Cipari ini terletak di sebuah kecamatan
yaitu kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah dekat dengan
perbatasan Jawa Barat. Awalnya Desa Cipari merupakan bagian dari Desa
Segaralangu yang kemudian mengalami pemekaran pada tahun 1992. Cipari sebelah
barat berbatasan dengan Kecamatan Wanareja, sebelah Timur berbatasan dengan
Kecamatan Sidareja, sebelah utara berbatasa dengan Kecamatan Majenang dan
sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Kedungreja.Kata Cipari berasal dari
Bahasa Sunda “ci” yang artinya air dan “pari” dari Bahasa Jawa yang artinya
padi. Jadi Cipari diartikan sebagai air padi sebab di daerah ini terdapat
banyak menghasilkan padi dari bentangan sawah yang luas di Cipari ini sendiri
serta banyak sungai yang dapat mengairi sawah tersebut.
Diseluruh
Indonesia pernah dijajah oleh Negara Belanda tak terkecuali dengan Cipari.
Belanda berusaha mengeksploitasi seluruh kekayaan yang ada di Indonesia untuk
kepentingan Belanda sendiri tentunya tanpa memikirkan nasib penduduk Indonesia.
Berdasarkan cerita dari nenek saya dulu orang-orang Belanda sering mendatangi
rumah-rumah penduduk, membuka pintu rumah dengan kasar dan kemudian menangkap
orang-orang yang membantah dan tidak patuh pada Belanda. Sedangkan penduduk
desa sendiri mereka menghindari orang-orang Belanda dengan bersembunyi di
tempat tersembunyi di dalam rumah ataupun melarikan diri bersembunyi di gunung
grantang agar mereka selamat. Jika dirasa mereka sudah aman kemudian mereka
kembali lagi ke rumah. Mereka hidup dengan penuh ketakutan dan kegelisahan
akibat perbuatan Belanda yang tidak berperikemanusiaan.
Dengan
teknologi yang dimiliki Belanda, mereka berhasil melacak dan mengetahui
sumber-sumber minyak bumi, salah satunya di Cipari ini diperkirakan menjadi
titik dimana terdapat minyak bumi di dalamnya. Yang saya ketahui dari warga
desa sekitar dan sumber di internet di grumbul yang sekarang dinamakan dengan
Banyupanas di Desa Cipari ini kemudian dilakukan sebuah pengeboran untuk
mengambil minyak bumi. Setelah pengeboraan dilakukan berdasarkan perkiraan
seharusnya minyak bumi sudah keluar namun belum juga muncul. Para ahli kemudian
melakukan riset kembali untuk selanjutnya melakukan pengeboran dengan lebih
dalam. Setelah melakukan pengeboran lebih dalam lagi pihak Belanda kecewa karena yang dikeluarkan
ternyata bukan minyak bumi seperti yang diharapkan namun air panas yang bersuhu
hampir mencapai 100 derjat celcius. Air tersebut terus keluar dari lubang
pengeboran dengan tekanan tinggi. Para ahli pihak Belanda melakukan penelitian
memastikan apakah air yang keluar ini mengandung minyak bumi atau tidak.
Sementara menunggu hasil dari penelitian air ini dialirkan terlebih dahulu ke
sungai kecil disebelah barat lokasi pengeboran yang sekarang disebut dengan
kali ciwera. Namun setelah diteliti memang tidak mengandung minyak bumi tetapi
mengandung belerang dengan kadar yang cukup tinggi . belanda kemudian
memutuskan untuk menghentikan pengeboran tersebut dan meninggalkan sumur bekas
pengeboran itu. Foto di bawah ini merupakan gambar sumur bekas pengeboran
Belanda.
<![if !vml]>
<![endif]>
<![endif]>
Kemudian
pada tahun 1942 setelah Indonesia
merdeka, sumur tersebut dikelola dan dibangun oleh pemerintah menjadi
sebuah pemandian umum air panas. Sampai saat ini pun pemandian itu masih ada
namun kini sudah lebih dikelola dengan ditambah terdapat kolam renang air panas
untuk berenang. Air panas yang mengandung belerang ini diyakini oleh masyarakat
mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit. Banyak orang dari berbagai
daerah mengunjungi pemandian ini untuk terapi menghilangkan penyakit maupun
hanya untuk berrefreshing saja.
<![if !vml]>
<![endif]>
<![endif]>
Gambar
di atas merupakan kolam renang yang ada di sebelah pemandian air panas Cipari.
Di sebelah kolam ini terdapat taman yang cukup bagus. Dan di halaman pemandian
terdapat beberapa ekor monyet yag disediakan untuk daya tarik wisatawan. Di
dekat lokasi pemandian ini kira-kira berjarak 200 meter juga terdapat sebuah
air terjun.

No comments:
Post a Comment
Silahkan Berkomentar Secara Bijak dan Bertanggungjawab: